Feed on
Posts
Comments

Menyambut Tamu Agung

Tamu agung akan datang ke Jakarta dalam rangka menjadi utusan agung keluarga. Suasana apartemen kos itu terlihat sibuk. Acara penyambutan sudah dipersiapakan satu minggu sebelumnya.

21 Februari 2008 pagi. Sms (Short Message Service) dari mbak mengabarkan ada enam orang yang bakal ikut. Mereka adalah Bapak, Ibu, Mbak sendiri, Pak Dhe beserta istri, dan Bu Lek.

“Wah, mana muat apartemen kos ini buat menampung mereka” gumamku ndak karuan.

Akomodasi
Segenap jiwa dan raga serta upaya harus dimaksimalkan segera dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Karena yang datang adalah tamu agung. Jadi wajib hukumnya untuk mendapatkan fasilitas dan pelayanan kelas VVIP.

Akomodasi dan tetek bengeknya harus aku siapkan sebaik mungkin. Aku ndak mau mengecewakan mereka walau hanya setetes. Rasa sesal di kemudian hari karena tidak berbuat yang terbaik jelas tiada guna. Hal itu pernah aku rasakan. Penyebabnya adalah radar nalarku yang kurang peka dan terasah. Aku belajar dari situ. Tamu harus dihormati dan dimuliakan, hal ini mereka juga yang memberi contoh.

Untungnya kamar sebelah apartemen kos sedang kosong. Aku segera ke rumah pak Haji untuk menyewa kamar tersebut. Alhamdulillah, masalah tempat tinggal sudah beres tinggal memikirkan urusan transportasi.

Rencananya aku akan mengajak penjaga kos yang sehari-hari aku panggil Pak Dhe juga, untuk menjemput di stasiun nanti. Pak Dhe ini tukang ojek juga.

22 Februari 2008 malam, aku jelaskan keinginanku kepada Pak Dhe. Pak Dhe pun menyanggupi.

Skenarionya adalah aku akan membonceng Bapak, Pak Dhe membonceng Pak Dheku, sedangkan para perempuan terhormat naik taksi saja.

Kok repot banget sih mas. Kenapa ndak nyewa dua taksi atau mobil saja sih.

Pikiran itu sempat terlintas. Namun, kalau sewa dua taksi, siapa yang akan menjadi penunjuk arah nanti. Yang tahu lokasi istana kos kan cuma aku. Selain itu koordinasinya juga susah, kalau yang satu belok terus satunya lagi lurus bisa hilang entar orang satu taksi :) . Maklum, orang di kota ini yang bisa dipercaya cuma sedikit :( .

Sedangkan untuk sewa mobil kijang inova tahun terbaru yang hanya Rp. 300 ribu kok sayang kalau cuma dipakai sak nyuk-an tok.

Rencana sudah tersusun rapi. Tempat tinggal, transportasi, hidangan, bersih-bersih kamar, menyingkirkan barang un-guna-able sampai membuang barang yang tidak layak dilihat sudah dikerjakan dengan baik. Namun pikiran belum bisa plonk 100 persen. Menunggu adalah kegiatan yang membuat harap-harap cemas.

Stasiun itu
23 Februari 2008 pagi. Stasiun itu masih terlihat seperti delapan tahun yang lalu. Hanya sedikit perubahan yang nampak. Bangunan loket di depan stasiun dan lantai pemisah jalur 1-3 dengan jalur 4-6 yang dikeramik tidak aku lihat delapan tahun yang lalu.

Kebersihan, kenyamanan dan keruwetannya masih sama. Sebuah potret fasilitas umum untuk kaum tipis duit di kota termaju di negeri ini. Jauh dari kelayakan apalagi kemewahan. Orang miskin dilarang enak. Kita merdeka sudah 63 tahun.

“Aku dah nyampek Bekasi” sms dari mbak memompa semangat.

Aku dan Pak Dhe bergegas menuju stasiun. Gerimis mengiringi kepergian kami. Pak Dhe yang sudah hafal jalan tikus membawaku lebih cepat ke tujuan. Lebih baik menunggu mereka lama daripada mereka yang harus menunggu, pikirku.

Kembali ke stasiun. Jam menunjuk pukul 8:30. Kereta itu sudah tiba. Ribuan penumpang keluar dari terowongan bawah tanah itu. Kesemrawutan semakin menjadi. Penumpang yang letih setelah menempuh perjalanan > 12 jam dan orang-orang di stasiun yang ingin memanfaatkan suasana tuk “mencari rezeki” tumplek blek jadi satu.

Keruwetan terlihat disana-sini. Saat-saat seperti itu sering terjadi barang hilang. Dua kardus berisi ikan goreng milik ibu temanku pernah dibawa kabur. Hal seperti ini lumrah dan sepertinya dibiarkan saja. Orang sendiri “merampok” bangsanya sendiri.

Itu baru di arus bawah, yang diatas sana itu milyaran lho mas.
Halahhh…

Terus kalau begitu apa tugas petugas yang digaji oleh tetesan keringat rakyat kecil itu ya mas. Ongkang-ongkang kaki, apa pura-pura tuli dan buta ya.
Wah, Saya ndak tahu, coba sampeyan tanyakan kepada Pak Jusman atau Pak Bambang.

Jika perampok, petugas dan penguasa sudah bersatu dimana letak keadilan itu sih mas. Bagaimana nasib kaum lemah yang santun itu. Apa perlu mereka membuat hukum sendiri seperti model maling ayam yang digebukin rame-rame hingga mati kayak di kampung itu.
Embuhlah, aku ini lagi mikir tamu agung kok malah sampeyan ajak mblakrak ngurusi rampoklah, keadilanlah, hukumlah..

Nesu-nesu, bukan begitu mas. Pikiran sampeyan itu biasanya kan segar dan mencerahkan. Mbok ya jangan medhit bagi-bagi kaweruh. Ilmu yang bermanfaat itu surga lho mas. Itu bukan kata saya tapi kata pak ustad lho
Zaman sekarang surganya orang itu duit, wong sekolah saja tuk nyari duit kok. Wis ah..

Kembali ke kamar stasiun. Dari atas tangga terowongan, aku perhatikan penumpang yang keluar satu persatu. Hingga penumpang sepi kok tamu agung belum juga terlihat. Dimanakah mereka. Jangan-jangan mereka sudah di luar dan aku gak melihat. Jangan-jangan mereka kesasar dan gak tahu arah keluar. Jangan-jangan, ahh sudahlah.

“Halo mbak, sampeyan nang endi?” tanyaku cemas.
“Aku neng gerbong siji jalur enem, gawane akeh, awakmu mrene o ae” sahut suara diujung sana panik.
“Aku gak isok mlebu iki, sampeyan metu ae liwat terowongan, tak enteni nang ngarep terowongan” jawabku dengan rasa yang sama, cemas.
Terowongane neng sebelah endi to” tanya mbak.
“Sampeyan mari metu teko sepur noleh o nganan opo ngiri, terus goleki ae dalan metu sing di gawe wong-wong metu mau lho” jawabku memberi penjelasan dengan perasaan ndak karuan.
Ooo, yo wis” suara mbak sambil mengakhiri sambungan.

Entah mudeng apa enggak dengan penjelasanku, aku gak mau ambil resiko. Membiarkan tamu agung terhormat kleleran di stasiun bukanlah hal yang baik. Kalau ada orang yang berniat jelek tentu akan tambah nrunyam urusannya. Kota ini seperti hutan belantara, serigala berbulu domba dengan serigala beneran susah dibedakan.

Bersama kecemasan yang ada, aku nekad masuk ke terowongan itu. Ternyata gak ada petugas disana. Rupanya stasiun itu sudah berbenah dan berubah sistem. Untuk yang satu ini, aku harus angkat topi.

Jalur enam terletak paling ujung. Dari jauh aku langsung bisa melihat para tamu agung itu. Rasa senang spontan mengalir membasahi sanubari, hatiku gerimis. Segera kudekati mereka. Rasa letih berbungkus capek terlihat jelas dari guratan-guratan wajahnya. Aku tidak kuat menatap paras mereka. Pancaran auranya kuat sekali. Seperti ada cahaya yang sangat silau yang membuat mataku tertunduk.

Barang bawaan mereka banyak sekali, bobotnya pun sangat berat. Lebih dari sepuluh koper besar. Ini di luar bayanganku sebelumnya.

Tamu agung ini akan menjadi utusan agung keluarga atas permintaanku. Upeti yang dibawa mereka amat sangat melimpah. Ini merupakan tanda bukti cinta, kasih dan sayang mereka kepadaku. Bagaimana aku tidak menyayangi mereka jika rasa cinta mereka sedemikian besar. Aku tidak mau jadi anak yang tidak tahu diri.

Aku panggil tukang panggul dua orang sekaligus. Tarifnya Rp. 20 ribu. Sampai di depan stasiun rencana transportasi yang telah aku siapkan jelas tidak bisa dijalankan. Tidak mungkin membawa tamu agung dan upeti yang segudang itu dengan dua motor dan satu taksi.

Untungnya lagi, di stasiun itu banyak orang menyewakan mobil. Setelah melalui proses tawar menawar yang cukup gampang akhirnya dengan uang Rp. 40 ribu dapat mobil cary. Ongkos calo Rp. 10 ribu, ada pungli juga rupanya.

Setelah dapat mobil, segera para tamu agung terhormat aku persilahkan naik. Pak Dhe tukang ojek yang sudah lama menunggu di parkiran aku suruh pulang duluan. Nanti aku suruh antar balik ke stasiun lagi untuk mengambil motorku yang tertinggal di parkiran.

Dua puluh menit perjalanan waktu yang dibutuhkan dari stasiun menuju apartemen kos. Pukul 09:15, Alhamdulillah semuanya sudah tiba dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Perasaan mereka terlihat riang dan gumbira.

Setibanya di lokasi syuting kos para tamu agung terhormat bersantap ria bersama dengan hidangan yang sudah aku sediakan. Setelah itu mereka beristirahat sebentar untuk memulihkan stamina. Ba’da Dzuhur mereka akan menjadi utusan agung ke rumah si adek.

Fenomena Alam, Wafatnya Pak Harto

Beberapa bulan yang lalu setelah Fauzi Bowo terpilih menjadi gubernur DKI, Jakarta diguncang gempa yang cukup hebat. Di beberapa tempat, masyarakat terlihat panik. Terutama yang tinggal di gedung bertingkat.

Bisa sampeyan bayangkan, berapa banyak hutan beton di kota ini. Kalau beton-beton itu retak terus roboh? Hmmm, ndak usah sampeyan bayangkan lagi apa yang selanjutnya terjadi. Saat itu saya bertanya, akan ada peristiwa apakah ini?

Ahh itu hal biasa mas, fenomena alam saja. Katanya para ahli, jauh di bawah sana saat itu sedang terjadi pergeseran lempengan bumi. Sehingga terjadilah tumbukan yang mengakibatkan horeg. Pertanyaan sampeyan tumben gak ilmiah.

Beberapa bulan kemudian terjadi longsor di Karanganyar. Puluhan orang meninggal tertimbun tanah. Kota yang terkenal akan keindahan Anthuriumnya itupun luluh lantak. Jerit tangis dan air mata kembali mengoyak naluri kemanusiaan.

Tidak jauh dari Karanganyar, Bengawan Solo meluap, mengamuk, mementahkan air bah. Banjir bandangpun terjadi. Cakupannya dari Solo sampai Gresik, menenggelamkan berhektar-hektar sawah, rumah, jalan, dan infrastruktur lainnya.

Daerah yang tenggelam merupakan penghasil beras Nasional. Wajar jika spontan muncul wacana bahwa bakal terjadi wabah kelaparan. Namun, hal ini segera dibantah. Persedian beras kita cukup bagus kok, katanya saat itu.

Ahh, itu juga fenomena alam mas. Gimana ya, lha wong alas kita sudah dibabat habis-habisan. Hutannya gundul-gundul pacul. Kalau musim rendeng begini ya airnya langsung bablas, nggrowos ke bawah bawa tanah juga. Maka terjadilah longsor dan banjir seperti apa yang sampeyan gambarken itu.

Mungkin memang suatu kebetulan. Setelah aneka peristiwa diatas, mantan presiden Soeharto masuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Berita ini menggegerkan jagad Nuswantoro. Aneka spekulasi muncul. Apakah pak Harto akan sembuh atau sebaliknya.

Solo dekat dengan pak Harto. Astana Giribangun, makam keluarga pak Harto, terletak di kabupaten Karanganyar, sekitar 14 Km sebelah Timur Solo.

Longsor di Karanganyar, banjir di Solo, sakitnya pak Harto, pertanda apa ini? Apakah hanya fenomena alam biasa ataukah ada perlambang lain, entahlah. Saat itu, perasaan saya jelek.

Setelah dirawat selama 24 hari, akhirnya pak Harto menghembuskan nafas terakhirnya. Spekulasi tentang kondisi kesehatan beliaupun berakhir sudah. Sejak dirawat hingga wafatnya pak Harto, Jakarta tidak pernah diguyur hujan deras.

Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Beberapa hari kemudian setelah pak Harto wafat, hujan deras baru mengguyur ibu kota. Hujan yang turun tiada henti sejak Kamis malam hingga Jumat Sore, menenggelamkan Jakarta. Aktivitas perekonomian lumpuh. Jakarta terapung.

Gempa Jakarta – Longsor Karanganyar – Banjir Solo – sakitnya pak Harto – wafatnya pak Harto – Banjir lagi di Jakarta, tentu bukanlah suatu sebab akibat. Itu hasil ijtihad otak atek gathuk saya saja.

Jika sampeyan lebih percaya dengan sains, percaya dengan hal-hal yang aneh seperti itu jelas akan sampeyan anggap takhayul, ndak logis dan ndak ilmiah.

Apakah alam memberi tanda-tanda kepada kita tentang peristiwa besar tertentu yang akan, sedang dan telah terjadi, entahlah.

Percaya ndak percaya, terserah sampeyan saja menyikapinya.

Wafatnya Mantan Presiden Soeharto

Minggu, 27 Januari 2008 pukul satu lewat sepuluh menit siang, mantan presiden Soeharto meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta setelah dirawat beberapa hari karena sakit.

Beberapa hari sebelumnya, tim dokter yang diketuai dr Mardjo Soebiandono menyatakan kondisi pak Harto membaik. Beliau sudah bisa merespon ketika diajak berdialog bahkan sudah bisa makan bubur.

Namun apa mau dikata, ternyata Tuhan berkehendak lain. Sekuat apapun kita ketika sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, tidak bakal bisa menolak.

RSPP menjadi epicentrum dari berita di tanah air. Hampir semua TV menyorotkan kameranya disana. Peristiwa detik ke detik dinanti jutaan rakyat.

Sebagian masyarakat tak puas diri. Mereka berbondong-bondong ke RSPP untuk menyaksikan peristiwa bersejarah tersebut secara langsung.

Pejabat, mantan pejabat, tentara, polisi, wartawan dan rakyat tumplek blek di RSPP. Suasananya sangat ramai, antara sedih, haru dan tegang campur menjadi satu.

Para wartawan sibuk melaporkan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kemana jenazah pak Harto akan dibawa? Cendana, Kalitan atau langsung Astana Giribangun.

Bagaimana skenario perjalanannya, jalur mana saja yang akan dilewati, siapa yang mengurus jenazahnya, bagaimana kondisi keluarganya, bagaimana sikap pemerintah adalah ragam pertanyaan yang ingin segera diketahui jawabannya.

Ada dua mobil jenazah yang datang ke RSPP. Mobil VW bernomor plat militer, terlihat mewah dan mobil jenazah dari RSPP yang nampak biasa saja (lebih mewah mobil VW). Entah kenapa, jenazah pak Harto dibawa dengan mobil dari RSPP itu.

Saat jenazah dikeluarkan dari RSPP dan dibawa masuk ke dalam mobil, kericuhan tak bisa dihindarkan. Wartawan, masyarakat, dan aparat (polisi dan tentara) saling desak untuk melihat, mengambil gambar dan mengamankannya.

Setelah jenazah pak Harto masuk ke dalam mobil, ada tiga orang yang nggandol di belakang mobil tersebut. Apa tujuannya dan siapa ketiga orang itu, entahlah.

Dari RSPP jenazah pak Harto dibawa menuju Cendana.

Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati

Reff :
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti

Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Selamat jalan Bapak Pembangunan, doa kami menyertaimu.

Marilah kita hentikan aktivitas kita sejenak,
guna mengheningkan cipta atas wafatnya mantan Presiden Soeharto.

Berdoa, mulai..

Puasa Weton

Orang tua saya sering berpuasa di hari weton(kelahiran) saya. Misalnya saja Sabtu Pahing. Katanya itu untuk kebahagiaan hidup saya. Bahkan beliau juga menyuruh saya melakukannya. Bagaimana saya menanggapi fenomena itu ya mas?

Budaya harus dihormati sebab manusia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari budaya itu sendiri. Manusia yang tidak menghargai budayanya sendiri adalah manusia yang lupa akan asal-usulnya. Ibarat kacang lupa kulitnya.

Tentu, tidak semua kebiasaan lama harus ditaati. Barangkali ada kebiasaan tersebut yang menurut akal budi kita bertentangan dengan agama. Seperti memberi sesaji kepada arwah yang sudah meninggal misalnya. Meski demikian, kita tetap harus menghormatinya.

Tidak semua kebiasaan lama bernilai negatif. Ada juga yang memberikan energi positif.

Berpuasa di hari weton(kelahiran kita) saya kira adalah hal yang baik. Tidak hanya orang tua, kita sendiri juga tidak jelek jika berpuasa di hari tersebut.

Bukankah agama mengajarkan kita untuk bersyukur. Berpuasa di hari weton saya pikir adalah salah satu manifestasi dari rasa syukur itu sendiri.

Dalam khasanah kejawen hal ini juga digunakan untuk olah batin. Tidak hanya raga dan pikiran, batin juga harus diasah. Dengan ketajaman batin, ketenangan dan kebahagiaan hidup dapat dirasakan.

Salah satu cara untuk mengasah batin itu adalah dengan tirakat, yaitu mengurangi makan dan tidur. Puasa di hari weton ini adalah contohnya.

Sebenarnya darimana asal anjuran melakukan ritual tirakat seperti itu ya mas?
Saya ndak tahu, barangkali sampeyan bisa baca-baca juga disini. Situs itu saya temukan setelah penelusuran ghoib saya ke alam maya.

Katanya :

Sri Pakubuwono IV telah memberikan wewaler, peringatan, pada anak cucunya untuk pengekangan nafsu. Peringatan itu tertuang dalam karyanya Serat Wulang Reh, yang di tulis pada hari ahad kliwon, wunku sungsang, tanggal ke-19, bulan besar, mongso ke-delapan, windu sancaya dan di beri sengkalan : Tata-guna-Swareng-Nata ( 1735 ).

Beliau bergelar : Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono Senopati Ing Ngalogo Abdur Rahman Sayyidin Panotogomo IV. Nama kecilnya adalah Bandoro Raden Mas Gusti Sumbadyo, Putra Pakubuwono III dengan Kanjeng Ratu Kencana.

Dalam pupuh II Tembang Kinanthi beliau menulis :
Padha gulangen ing kalbu (Pada latihlah hati)
Ing sasmita amrih lantip (Di pertanda supaya tajam)
Ojo pijer mangan nendra (Jangan hanya makan tidur melulu)
Ing kaprawiran den kaesthi (Di kewaspadaan supaya tinggi)
Pesunen sariraniro (Kendalikan nafsumu)
Sudanen dhahar lan guling (Kurangi makan dan tidur)
*Kurang lebih terjemahan bebasnya seperti itu.

Lho, tapi katanya ustad A hal ini nggak ada tuntunannya dan masuk kategori bid’ah, gimana itu mas?
Wah, kalau ini masalah sampeyan, bukan masalah saya. Percaya ndak percaya, terserah sampeyan saja menyikapinya.

Emas

Cincinmu itu emas?
Jelas dong, hari gini pakai imitasi, malu lho gitu so what. Masa saleb seleb pakai kuningan atawa perak. Apa dunia kata nanti.

Kalungmu juga?
Ya iya lah, kenapa sih nanya-nanya mulu, sanggup beli apa!

Emas itu apaan sih?
Idiih, anak ini ndak gawul, syebel dech. Emas itu adalah bahan pembuat perhiasan, ukurannya karat. Besar karat maksimal 24. Orang sering nyebut emas 24, emas tua atau emas murni. Ada juga yang 23, 22, 21, 20 sampai 18 karat. Semakin tinggi karatnya semakin mahal. Kalau warnanya kuning seperti kalung dan antingku ini disebutnya emas kuning. Sedangkan yang putih seperti cincin dan gelangku ini disebut emas putih. Ngerti ora?

Terus kalau aku pengen beli, misalnya cincin gitu, gimana dong caranya?
Aduhhh, masa gitu aja gak ngerti sih, cabe dech. Gini lho, kamu dateng aja ke toko emas. Terus bilang, mbak atau mas saya mau beli cincin nih. Yang 5 gram 24 karat berapa ya? Oya, emas yang aku pakai semuwa ini 24 karat lho, kecuali yang emas putih, asal tahu ajah ya, hihihi :) .

Sedalam itukah pengetahuan anda tentang emas?

Emas dan Emas Putih

Emas adalah logam mulia. Disebut demikian karena sifatnya yang tahan terhadap korosi (karat). Dalam tabel periodik berada di golongan 11, periode 6 dan masuk blok 6 (blok logam). Memiliki simbol Au dari bahasa latin Aurum dan berwarna asli kuning berkilauan.

Aduhh, itukan pelajaran kimia waktu SMA, mana saya inget. Lagian, apa pentingnya coba inget-inget hal yang kayak begituan?

Orang sering salah kaprah, membeli cincin emas putih untuk mas kawin. Katanya, memakai emas kuning adalah haram buat lelaki.

Emas putih adalah campuran emas Au (yang berwarna kuning) dan logam lain yang berwarna putih seperti nikel Ni, perak Ag, palladium Pd, platinum Pt atau rhodium Rh. Adanya campuran logam-logam putih ini akan mengubah warna emas dari kuning menjadi putih. Emas kuning adalah campuran antara emas Au, tembaga Cu dan seng Zn, sehingga warnanya kuning. Kadar emas dinyatakan dengan karat. 18 karat artinya 75% emas dan 25% logam lain. (Momo Chan – one step ahead)

Jadi memakai emas putih itu artinya samimawon alias sama saja dengan memakai emas kuning.

Kadar, Karat dan Harga

Diatas sudah sedikit disinggung. Kadar emas dinyatakan dengan karat. Emas 24 karat artinya kadar emasnya 99,99%. Emas golongan ini sering disebut logam mulia. Biasanya berupa batangan bukan perhiasan.

Kalau emas 22 karat artinya 80-90% emas dan 20-10% logam lain. Sedangkan emas 18 karat, 75% emas dan 25% logam lain. Ini untuk ukuran Internasional.

Ukuran karat ini berbeda di masing-masing daerah. Antara Jakarta, Surabaya, Medan atau Indonesia dan Internasional bisa tidak sama. Contoh : emas 22 karat di Jakarta kadar emasnya 75%, di Surabaya bisa 83%.

Oleh karena itu jika membeli perhiasan emas jangan memperhatikan karat tetapi kadar emasnya.

Dari kadar emas inilah harga sebuah perhiasan dihitung. Harga emas sudah ditetapkan oleh negara. Sehingga penjual susah untuk mempermainkan kecuali anda(pembeli) tidak mengerti.

Bagaimana cara menentukan harga sebuah perhiasan?

Ada tiga komponen utama, yaitu :

  1. Harga emas.
  2. Ongkos bikin.
  3. Harga berlian.

Soal

Berapakah harga sebuah cincin emas 18 karat dengan kadar 75% seberat 5 gram dan tanpa berlian :

Jawab

misal harga emas 99,99% (logam mulia) saat ini : 247.115/gram.
harga emas 75%/gram : 75% x 247.115 = 185.336,3
harga emas 75%, 5 gram : 185.336,3 x 5 = 926.681,25
ongkos bikin : 500.000
harga total : 926.681,25 + 500.000 = 1.426.681,25

Terus, kalau cincin tersebut ada berliannya piye mas?
???

Oya, konon kata alkisah yang paling muahal itu adalah eMas Jawa. Ndak percaya, silahkan cek ke tokonya.

Halo Indonesia!

Selamat Datang di Tritisan.

Mohon maaf jika hidangannya kurang eco dan mak nyos.

Selamat Menikmati..

Salam

« Newer Posts