Nyawa dan Roh
Feb 1st, 2009 by Mase Dewe
Teknologi USG telah membawa manusia melihat apa yang tak kasat mata. Di layar monitor, janin itu bergerak lincah. Kakinya yang mungil menendang-nendang perut ibunya. Usianya baru 13 Minggu.
Sungguh keajaiban Tuhan Yang Maha Agung. Di dalam perut manusia bisa ada manusia lain. Ini membuktikan bahwa manusia itu diciptakan. Bukan muncul begitu saja.
Melihat fenomena tersebut, sepasang muda-mudi itu nampak takjub. Ini adalah pengalaman perdana mereka. Pemuda itu kemudian bertanya, “Dok, apakah sudah ada nyawanya?”
“Sudah pak. Tapi belum ada rohnya” jawab dokter.
Bukannya mengerti, pemuda itu malah bertambah bingung. Jawaban yang singkat itu menyentil rasa penasarannya. “Emang beda ya dok, antara nyawa dan roh” tanyanya lagi.
“Beda pak. Kalau ada orang koma, itu ada rohnya apa enggak?” Pertanyaannya dijawab dengan pertanyaan juga.
“Hmmm..ada” jawab pemuda itu ragu.
“Begini pak, orang koma itu rohnya tidak ada. Tapi nyawanya ada. Oleh karena itu jantung, paru-paru, otak dan organ tubuhnya bisa berfungsi. Tapi ia gak bisa bangun/sadar karena rohnya tidak ada. Entah rohnya ada di mana.”
Rupanya antara roh dan nyawa itu berbeda. Roh membuat manusia hidup. Ia yang mengisi jasad. Bentuknya abstrak dan keberadaannya amat sangat rahasia. Ia termasuk hal yang gaib. Tidak banyak yang bisa diketahui akan hal ini kecuali hanya sedikit.
Sedangkan nyawa berkaitan erat dengan jasmani. Bisa dikatakan jika denyut jantung, gerak paru-paru, kelistrikan di otak, dan mekanisme organ tubuh yang lain, bekerja karena nyawa.
Dalam analogi yang lain, dokter menggambarkan, nyawa itu seperti motor yang bergerak pada posisi stationer. Ketika anda naiki, motor itu baru punya roh. Ia bisa melaju, mundur, isi bensin, dan sebagainya.
Dari obrolan singkat itu, pemuda tersebut belajar banyak. Ia lebih tahu dan sadar bahwa kedokteran bukan hanya sekedar mengembalikan fungsi organ tubuh. Ada dimensi lain di sana, yaitu spiritual.
Bayangannya kemudian menjelajah masa lalu. Ia teringat tokoh Nasional yang koma beberapa bulan yang lalu. Berbagai upaya medis telah dilakukan dengan cara dan dokter terbaik. Tapi hasilnya tokoh itu “tidak” juga sadar hingga ajalnya tiba.
Dokter hanya bisa berusaha mengembalikan fungsi organ tubuh yang tidak normal. Ia tidak bisa mengembalikan roh ke dalam jasad.
Berbicara tentang roh dan nyawa memang menarik. Sayang pada saat itu pemuda tersebut tidak bertanya. Apakah tumbuhan juga punya roh seperti manusia. Bukankah ia juga makhluk hidup?